Swamedikasi adalah kegiatan atau tindakan mengobati diri sendiri dengan obat tanpa resep secara tepat dan rasional. Salah satu media yang digunakan sebagai alat komunikasi adalah televisi. Iklan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi keputusan pembelian masyarakat dan pengobatan yang dipilih untuk memelihara, mengobati, atau meningkatkan kesehatan.
Rumah sakit merupakan intitusi pelayanan kesehatan yang memiliki karakteristik khusus, dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan, kesehatan, kemajuan teknologi dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat.
Stroke adalah penyakit atau disfungsi otak yang bermanifestasi sebagai kelumpuhan saraf akibat tersumbatnya aliran darah ke otak. Secara sederhana, stroke akut diartikan sebagai penyakit otak yang disebabkan terhentinya aliran darah ke otak akibat penyumbatan atau pendarahan.
Perencanaan obat adalah kegiatan dalam pemilihan jenis, jumlah dan harga yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran, yang bertujuan untuk menghindari kekosongan obat. Analisis ABC merupakan penggolongan berdasarkan peringkat nilai dari nilai tertinggi sampai terendah dan Analisis VEN merupakan pengelompokan obat berdasarkan dampak tiap jenis obat terhadap kesehatan.
Rumah Sakit adalah suatu bagian menyeluruh dari organisasi dan medis, berfungsi untuk memberikan pelayanan kesehatan lengkap kepada masyarakat baik kuratif maupun reabilitatif. Proses pengelolaan obat terdiri dari beberapa tahap yaitu perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, distribusi, penggunaan, evaluasi.
Pengelolaan obat di Puskesmas merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kefarmasian, karena berperan dalam keberhasilan manajemen fasilitas kesehatan. Pengelolaan yang tidak sesuai dapat menyebabkan perhitungan kebutuhan obat yang tidak akurat dan tidak rasional.
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan masalah kesehatan di Indonesia dengan jumlah kasus yang meningkat setiap tahunnya. Munculnya obat-obat baru semakin memperumit pengobatan, sehingga meningkatkan resiko terjadinya Drug Related Problems (DRPs). Identifikasi dan evaluasi DRPs sangat penting untuk meningkatkan efektivitas terapi dan keselamatan pas…
Tuberkulosis Multi Drug Resistant merupakan penyakit kronik menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang sudah tidak dapat lagi dibunuh dengan salah satu atau lebih Obat Antituberkulosis. Pengobatan Tuberkulosis Multi Drug Resistant dilakukan dengan pemberian obat lini 2 obat Antituberkulosis dan injeksi selama 6 bulan, lalu dilanjutkan dengan pengobatan individual 12 bulan.
Perencanaan merupakan proses kegiatan seleksi sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai untuk menentukan jenis dan jumlah sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai dalam rangka pemenuhan kebutuhan puskesmas.
Tuberkulosis adalah penyakit kronik menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang saluran pernafasan bagian bawah. Bakteri berbentuk batang dan bersifat tahan asam yang dikenal dengan basil tahan asam (BTA).