Dalam penelitian ini telah dilakukan Identifikasi metabolit sekundersampel segar dan fraksi kloroform rimpang tasbeh dan membuktikan efek antipiretik fraksi kloroform
Terong ungu (Solanum molongena L.) berpotensi sebagai antibakteri, memiliki kandungan senyawa alami seperti flavonoid dan alkaloid
Obesitas merupakan suatu kondisi dimana seseorang memiliki berat badan yang lebih berat dibandingkan dengan berat idealnya. Parameter yang sering digunakan untuk mengukur lemak tubuh adalah indeks masa tubuh/body mass index (BMI). BMI dihitung dengan membagi berat badan (dalam kilogram) dengan tinggi badan (meter) pangkat dua).
TElah dilakukan penelitian uji efek antidiare ekstrak buah sawo manila (Achras zapota L.) terhadap mencit jantan dengan metode Transit Intestinal, yaitu dengan mengukur rasio panjang marker dan panjang usus keseluruhan
Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau sekresi insulin
Pewarna pipi adalah sediaan kosmetik, yang digunakan untuk mewarnai pipi sehingga dapat meningkatkan kesan segar dalam tata rias. Daun jawer kotok (Plectranthus scutellarioides (L.) R. Br) memeiliki kandungan antosianin yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami.
Belimbing wuluh mempunyai kandungan kimia seperti senyawa oksalat, minyak menguap, fenol, flavonoid dan pektin
Undang-Undang Republik Indonesia 36 tahun 2009 tentang kesehatan bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia
Demam tifoid merupakan infeksi sistemik akut yang disebabkan oleh Salmonella enterik serotype typhi atau parathypi. Demam tifoid merupakan penyakit endemis khususnya di Negara berkembang seperti Indonesia. Penggunaan antibiotik diharapkan mempunyai dampak positif.
Telah dilakukan penelitian tentang Isolat senyawa golongan Terpenoid dari biji pepaya (Carica papaya L.) terhadap Staphylococcus aureus secara In Vivo pada kelinci jantan