Interaksi obat merupakan salah satu kategori masalah terkait obat yang dapat mempengaruhi outcome klinis pasien jika dua atau lebih obat yang diberikan secara bersamaan
Hipertensi merupakan gangguan kesehatan yang sering dijumpai dan termasuk masalah kesehatan penting karena angka prevalensi yang tinggi sehingga evaluasi penggunaan obatnya perlu dilakukan. Hipertensi didefinisikan dengan meningkatnya tekanan darah arteri yang persisten.
Interaksi obat adalah suatu interaksi yang terjadi ketika efek suatu obat diubah oleh kehadiran obat lain. Beberapa kasus hipertensi dibutuhkan kombinasi dari beberapa obat. Selain itu pasien hipertensi biasanya mengalami penyakit penyerta sehingga dibutuhkan berbagai obat untuk pelaksanaan terapi.
Gastritis merupakan peradangan dari mukosa lambung yang disebabkan iritasi dan infeksi pada lambung, sel-sel yang meradang memyebabkan mukosa lambung menipis. Penggunaan obat gastritis memerlukan manajemen pengobatan yang baik dan benar, terutama pemantauan terkait petensi interaksi obat agar dapat menghasilkan terapi pengobatan yang diinginkan.
Diabetes melitus adalah suatu klinik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. terdapat interaksi obat antara obat anti diabetes (OAD) dengan obat anti tuberkulosis (OAT).
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140mmHg, diastolik lebih dari 90 mmHg
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah suatu reaksi inflamasi sel-sel urotelium melapisi saluran kemih, sebagai bentuk pertahanan yang disebabkan karena masuknya bakteri kedalam saluran kemih
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik >140 mmHg dan tekanan darah diastolik >90 mmHg
Skizofrenia adalah sindrom heterogen kronis yang ditandai dengan pola pikir yang tidak teratur, delusi, halusinasi, perubahan perilaku yang tidak tepat, serta adanya gangguan fungsi psikososial.