Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi
Daun sirsak (Annonamuricata Linn) mengandung senyawa alkaloid dan senyawa acetogenin annonaceous yaitu annomuricine dan muricapentocin yang memiliki efek antibakteri.
Telah dilakukan penelitian tentang uji daya aktivitas antijamur minyak adas (Oleum foeniculi) terhadap Malassezia furfur
Diabetes melitus merupakan kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya
Makanan cepat saji merupakan makanan yang tersedia dalam waktu cepat dan siap disajikan. Makanan cepat saji biasanya tinggi lemak dan gula, namun rendah vitamin, serat, mineral, serta mikronutrien. Makanan cepat saji yang berbahan daging olahan seperti hamburger dan kebab sering kali diberi bahan tambahan pangan nitrit sebagai penambah cita rasa.
Telah dilakukan identifikasi metabolit sekunder dan uji efek fraksi air kulit buah (bagian yang berwarna putih) dari buah semangka (Citrullus vulgaris Schrad.) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit secara oral
Kabau (Archidendron bubalinum (Jack) I.C Nielsen) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional indonesia. Tanamanan biji kabau belum dimanfaatkan secara optimal oleh karena itu biji kabau dimanfaatkan sebagai obat diabetes, diuretik dan antibakteri. Biji kabau mengandung senyawa flavonoid, saponin dan alkaloid yang bersifat sebagai antibkteri.
Dalam penelitian ini telah dilakukan identifikasi metabolit sekunder untuk mencari kandungan fraksi air akar bayam duri dan membuktikan efek sebagai obat diare fraksi air akar bayam duri dengan penginduksi minyak jarak
Dispepsia adalah suatu kondisi medis dengan tanda-tanda rasa sakit atau rasa tidak enak pada perut bagian atas atau ulu hati
Biji kakao merupakan salah satu bagian tanaman kakao yang memiliki banyak manfaat di bidang kesehatan. Senyawa polifenol biji kakao terbukti memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri. Biji kakao mengandung senyawa polifenol sebanyak 5-18%, senyawa polifenol biji kakao yaitu katekin 33-42%, leukosianidin 23-25%, dan antosianin 5%.