Kembang bulan (Tithonia diversifolia (Hemsl.) A. Gray) merupakan salah satu tanaman obat yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Tanaman ini dimanfaatkan sebagai antivirus, antidiabetes, radang tenggorokan, malaria dan liver. daun kembang bulan mengandung senyawa flavonoid, glikosida, saponin, tanin dan triterpenoid/steroid.
Daun pare (Momordica charantia L.) mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid tanin dan saponin, yang dapat menghambat zat yang bersifat racun, bersifat fungisida memiliki aktivitas antibakterial dan dapat mempercepat proses penyembuhan luka.
Diare merupakan gangguan saluran pencernaan yang ditandai dengan peningkatan peristaltik usus, sekresi cairan dengan konsistensi feses yang lunak dan cair. Salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional adalah bakal buah kelapa. Bakal buah kelapa diketahui mengandung tanin yang bekerja sebagai astringens yaitu dengan cara menciutkan selaput lendir usus.
Daun petai merupakan salah satu tanaman yang memiliki khasiat sebagai antibakteri. Senyawa yang berperan sebagai antibakteri adalah flavonoid, saponin dan alkaloid.
Pengobatan tradisional dengan menggunakan bahan alam banayak digunakan karena memiliki efek samping yang kecil dan lebih ekonomis dibandingkan pengobatan menggunakan obat sintetik. Salah satu tanaman yang digunakan untuk pengobatan tradisional adalah daun pukul empat. Daun tanaman pukul empat mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang bersifat sebagai antibakteri.
Durian merupakan buah yang diminati masyarakat, namun saat musim durian masalah lingkungan muncul akibat limbah kulit durian. Tujuan penelitian untuk membuktikan aktivitas antifungi fraksi etanol kulit durian terhadap Trichophyton mentagrophytes dan Candida albicans dan untuk mengetahui senyawa aktif yang aktif menghambat fungi T. mentagrophytes dan C. albicans.
Kulit pisang kepok kuning (Musa balbisiana) mengandung senyawa bersifat antibakteri terhadap S. epidermidis, S. aureus dan P. acne
Daun brotowali (Tinospora crispa L.) mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu saponin, alkoloid dan flavonoid, yang dapat menghambat zat yang bersifat racun, bersifat fungisida memiliki aktivitas antibakterial dan dapat mempercepat proses penyembuhan luka.
Daun sawo merupakan salah satu tanaman yang memiliki khasiat sebagai antibakteri. Senyawa yang berperan sebagai antibakteri adalah flavonoid, saponin, tanin dan alkaloid.
Biji kakao merupakan salah satu bagian tanaman kakao yang memiliki banyak manfaat di bidang kesehatan. Senyawa polifenol biji kakao terbukti memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri. Biji kakao mengandung senyawa polifenol sebanyak 5-18%, senyawa polifenol biji kakao yaitu katekin 33-42%, leukosianidin 23-25%, dan antosianin 5%.