Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa karakteristik responden jenis kelamin perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki
Kepuasan pelanggan dalam kaitannya dengan pelayanan kefarmasian dapat diukur berdasarkan lima dimensi yaitu Reliability (empati), Responsivensess (ketanggapan), Assurance (jaminan), Emphaty (empati), Tangible (penampilan)
Masalah kesehatan yang terjadi saat ini telah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat
Tuntutan kepuasan pasien dan masyarakat akan mutu pelayanan kefarmasian, mengharuskan adanya perubahan pelayanan dari paradigma lama (drug oriented) ke paradigma baru (patient oriented) dengan filosofi pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care)
Kepuasan pasien menjadi tolak ukur dalam mutu pelayanan kesehatan
Pelayanan informasi obat adalah kegiatan penyediaan dan pemberian informasi, dengan tujuan meningkatkan keberhasilan terapi, memaksimalkan efek terapi dan miminimalkan reiko efek samping. Pelayanan informasi obat merupakan salah satu kegiatan penting untuk itu diperlukan suatu analisis kebutuhan pelayanan informasi obat dalam upaya memenuhi kebutuhan pasien yang berpengaruh terhadap kepuasannya.
Tuntutan pasien dan masyarakat akan mutu pelayanan kefarmasian, mengharuskan adanya perubahan pelayanan dari paradigma lama (drug oriented) ke paradigma baru (patient oriented) dengan filosofi pelayanan kefarmasian (Pharmaceutical Care).
Tuntutan pasien dan masyarakat akan mutu pelayanan kefarmasian, mengharuskan adanya perubahan pelayanan dari paradigma lama (drug oriented) ke paradigma baru (patient oriented) dengan filosofi pelayanan kefarmasian (Pharmaceutical Care). Mutu pelayanan yang baik salah satunya dengan dilihat dari kepuasan pasien.